This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, June 12, 2026

Kriteria Naik dan Tidak Naik Kelas

Banyak perdebatan tentang kenaikan kelas. Ada yang beranggapan bahwa murid harus naik kelas sebab ada program wajib belajar. Tapi benarkah bahwa murid wajib naik kelas?
Sesuai dengan panduan pembelajaran dan asesmen  pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah edisi revisi tahun 2025, maka mekanisme diatur sebagai berikut: 
Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria dan mekanisme kenaikan kelas. Penentuan kenaikan kelas dilakukan dengan mempertimbangkan laporan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian murid pada semua mata pelajaran dan ekstrakurikuler serta prestasi lain selama 1 tahun ajaran. Dalam proses penentuan murid tidak naik kelas perlu dilakukan musyawarah para pendidik yang mempertimbangkan keseluruhan proses belajar murid serta pendampingan oleh pendidik dari awal tahun ajaran. 
Aspek yang menjadi pertimbangan kenaikan kelas antara lain sebagai berikut: 
1. Pencapaian kompetensi murid, yaitu mempertimbangkan kemajuan belajar yang mencerminkan pencapaian kompetensi murid (pengetahuan keterampilan dan sikap) pada semua mata pelajaran, kokurikuler, ekstrakurikuler serta prestasi lainnya. 
2. Kehadiran sebagai indikator kedisiplinan dan partisipasi murid dalam pembelajaran. 
Selain kedua aspek di atas fleksibilitas satuan pendidikan dapat menambahkan kriteria lain untuk mengambil keputusan secara bijaksana dan proporsional sesuai dengan kebutuhan murid. Sebagai contoh isu yang dapat menjadi faktor pendorong keputusan tidak naik kelas serta alternatif solusi yang lebih sesuai dengan perkembangan dan kesejahteraan murid sebagai berikut: 
1. Murid mempunyai tujuan pembelajaran yang belum tuntas (ada tujuan-tujuan pembelajaran yang hasilnya belum memenuhi pencapaian minimum). Pertimbangan yang bisa diambil sekolah adalah murid dapat dipertimbangkan naik di kelas berikutnya dengan pendampingan tambahan untuk menyelesaikan tujuan pembelajaran yang belum tercapai atau belum tuntas. 
2. Murid mempunyai masalah absen/ketidakadiran yang banyak. 
Pertimbangan yang bisa diambil sekolah adalah mengetahui alasan ketidakhadiran. Jika murid tidak hadir karena kondisi keluarga (murid yang membantu orang tua bekerja karena alasan ekonomi) atau masalah kesehatan murid maka dapat dipertimbangkan naik kelas dengan catatan khusus. Dalam hal masalah ketidakadilan wali kelas harus dapat mendeteksi permasalahan ini sedini mungkin sehingga tidak terjadi penumpukan jumlah ketidakadiran dari murid di akhir semester. 
3. Keterlambatan psikologis perkembangan, dan atau kognitif. 
Pertimbangan yang bisa diambil di sekolah adalah murid bisa dipertimbangkan untuk naik kelas dengan catatan murid perlu mendapat bimbingan dalam memahami pelajaran dan atau mendapatkan layanan konseling. 
Sebagai catatan: 
Cinta satuan pendidikan memutuskan untuk tidak menaikkan kelas maka perlu dipikirkan bentuk intervensi untuk membantu murid agar dapat berkembang. Ketercapaian belajar sebagai pertimbangan kenaikan kelas pada murid yang memiliki hambatan intelektual tidak disamakan. 

Sumber: 
Panduan pembelajaran dan assessment Pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar, dan jenjang pendidikan menengah edisi revisi tahun 2025 yang dikeluarkan oleh badan standar kurikulum, dan assessmen pendidikan kementerian pendidikan dasar dan menengah Republik Indonesia.

Friday, September 12, 2025

EXPO SMANLA 2025

SMA negeri 1 Langowan sukses melaksanakan smanla Expo 2025. Kegiatan ini disponsori oleh OSIS SMA negeri 1 Langowan. Dengan mengusung tema "Gather The Sudents Unite The Cultures" SMANLA EXPO 2025 sukses menggelar berbagai kegiatan, yaitu cerdas cermat, melukis, membuat panada, bintang vokalia,  workspace, stand ekstrakurikuler dan pemilihan putra putri SMANLA.
 kegiatan  SMANLA Expo 2025 bukan hanya diikuti oleh siswa-siswa SMA negeri 1 Langowan tetapi juga diikuti oleh siswa-siswa dari sekolah lain di Minahasa. 
Selain itu, guru-guru juga berpartisipasi dalam lomba pembuatan kue panada sebagai salah satu kue tradisional Minahasa.

Thursday, July 17, 2025

MPLS Ramah sebagai Pembentukan Karakter

MPLS SMAN 1 Langowan terlaksana dengan baik. Kegiatan yang yang diikuti oleh 378 calon siswa berlangsung 14 a.d 18 Juli 2025 dibuka secara resmi oleh Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Langowan Bapak Moody Karundeng, S.Si. 
Dalam berbagai kegiatan calon siswa mengikuti dengan antusias. Meskipun MPLS kali ini diberi tema MPLS Ramah namun disiplin tetap menjadi jiwa pelaksanaan MPLS dalam rangka membentuk karakter siswa debgan terus menanamkan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat. 

Tuesday, June 17, 2025

Gugus Depan SMANLA 09.211-09.212 Sukses Melaksanakan Perkemahan PenerimaanTamu Ambalan.

     Sebagai ekstrakurikuler unggulan SMAN 1 Langowan, maka  gerakan pramuka gugus depan SMANLA 09.211-09.212  terus berkembang termmasuk didalamnya menyiapkan kader-kader pramuka yang handal dan berkualitas. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Perkemahan Tamu Ambalan yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 14-15 Juni 2025.


    Perkemahan yang bertajuk S.T..E.C.U yang merupakan singkatan dari "Solidaritas, Tangguh, Eksplorasi, Cakap dan Unik" terlaksana dengan sukses. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Langowan menjadi titik awal bagi siswa dalam pembentukan karakter sekaligus sebagai bagian dari pengenalan dan pembinaan bagi siswa untuk membangun nilai kebersamaan dan disiplin. Hal ini sejalan dengan sambutan dari Bapak Adrie Wokas, S.Pd. sebagai pembina dalam upacara pembukaan yang mengajak kepada peserta perkemahan penerimaan tamu ambalan untuk mengikuti kegiatan dengan kegembiraan dengan terus membangun nilai-nilai postif dalam kepramukaan.

Aapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi materi dasar kepramukaan dan survival, hiking, perlombaan antar sangga dan yel-yel. Seluruh kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan siswa menuju pelantikan resmi sebagai Pramuka Penegak Bantara, serta menumbuhkan minat untuk terus aktif dalam kegiatan Pramuka dimasa yang akan datang. 


Wednesday, May 28, 2025

Membangun Indonesia Hebat dengan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

 Berbagai kebijakan dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah terus digulirkan. Salah satunya adalah mengimplentasikan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Tujuh kebiasaan itu adalah :

1. bangun pagi, 

2. beribadah, 

3. berolahraga, 

4. makan sehat dan bergizi, 

5. gemar belajar, 

6. bermasyarakat, 

7. tidur cepat. 

Tujuh kebiasaan ini perlu terus dilakukan oleh anak-anak Indonesia agar anak-anak tidak hanya tumbuh secara fisik tetapi juga tumbuh secara mental dan emosional.

Manfaat dari masing-masing kebiasaan tersebut sebagai berikut :

1. Bangun pagi 

  • Meningkatkan kedisiplinan
  • Meningkatkan kemampuan mengolah waktu
  • Meningkatkan kemampuan mengendalikan diri
  • Meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga
  • Mendukung kesuksesan
2. Beribadah

  • Mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan
  • Meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual dan sosial
  • Meningkatkan pemahaman tujuan hidup ddan arah yang bermakna
  • Meningkatkan kebersamaan dan solidaritas
  • Peningkatan diri secara berkelanjutan
3. Berolahraga

  • Menjaga kesehatan fisik dan mendukung mental
  • Menjaga kebugaran tubuh
  • Meningkatkan potensi diri
  • Meningkatkan nilai sportivitas
4. Makan sehat dan bergizi

  • Menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang
  • Memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran
  • Menjjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu
  • Meningkatkan kemandirian
5. Gemar belajar

  • Pengembangan diri
  • Menumbuhkan kreativitas dan imajinasi
  • Menemukan kebenaran dan pengetahuan
  • Membentuk kerendahan hati dan empati
6. Bermasyarakat

  • Mengembangkan nilai gotong royong dan kerjasama
  • Menumbuhkan nilai saling menghormati dan toleransi
  • Menumbuhkan nilai keadilan dan kesetaraan
  • Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan
  • Menciptakan kegembiraan
7. Tidur cepat

  • Menjaga organ tubuh pulih dan berfungsi optimal
  • Memulihkan mental dan emosional
  • Menjaga keseimbangan antara aktivitas dan ketenangan
  • Meningkatkan produktivitas
(Sumber : Panduan penerapan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat Pada Jenjang Sekolah Menengah Atas)

Wednesday, July 31, 2024

Guru Yang Berdampak Pada Siswa

Berprestasi dalam suatu pekerjaan terkadang menjadi tujuan dari seseorang yang memiliki pekerjaaan termasuk didalamnya adalah pekerjaan sebagai guru. Untuk mencapai prestasi dan pengakuan suatu prestasi seorang guru berdaya upaya meningkatkan kompetensinya melalui mengikuti berbagai diklat, seminar, whorksop dan bahkan mengikuti berbagai lomba yang berkaitan dengan profesinya sebagai guru.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam programnya mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM). Melalui Platform Merdeka Mengajar guru dapat mengikuti pelatihan mandiri untuk meningkat kompetensi sesuai modul yang dipilih sendiri oleh dari aplikasi tersebut. Guru mengikuti tahapan pelatihan mulai dari mempelajar modul kemudian dilanjutkan dengan melakukan refleksi terhadap modul yang ia pelajari dan diakhiri dengan membuat aksi nyata. Namun demikian tanpa disadari bahwa kegiatan tersebut terkadang menggiring guru pada satu tujuan, yaitu untuk mendapatkan sertifikat modul sesuai dengan modul pelatihan mandiri yang ia ikuti bahkan saat ini sertifikat seakan-akan menjadi fokus ddari guru untuk ddilampirkan dalam penilaian kinerja. Hal ini bukan hanya terjadi ketika guru mengikuti pelatihan mandiri di PMM tetapi juga terjadi dalam kegiatan lainnya seperti kegiatan guru mengikuti seminar, webinar, workshop, dan atau kegiatan komunitas belajar tetap saja yang menjadi fokus guru adalah untuk mendapat sertifikat dalam rangka pemenuhan dokumen penilaian kinerja. 

Hal-hal yang disebut diatas seharusnya menjadi refleksi bagi guru bahwa guru seharusnya fokus pada tugasnya sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Artinya bahwa diklat mandiri, mengikuti seminar/webinar, workhop serta komunitas belajar seharusya menjadi bagian penting ddalam usaha meningkat kompetensi guru agar berdampak pada siswa. Dengan melakukan refleksi terhadap dampak kegiatan guru dari diklat, seminar/webinar, workshop dan komunitas belajar, maka seharusnya guru memahami bahwa ada kompetensi yang harus dimiliki oleh guru sesuai amanat undang-undang, yaitu kompetensi pedagogik, komputensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut seharusnya menjadi jiwa guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru.

Jelaslah bahwa guru harus berdampak pada siswa melalui tugas dan fungsinya sebagai guru, bahwa sebagai guru kita tidak hanya membuat siswa kita memiliki prestasi secara akademik tetapi juga membangun karakter siswa agar siswa memiliki karakter/sikap yang baik.  Guru harus dapat membangun kepribadian dan sosial siswa dimulai dari bagaimana guru membangun hubungan yang baik dengan siswa melalui pendekatan pedagogik ddalam pembelajaran. Selain itu guru harus menguasai materi dan sistematika materi yang diajarkan kepada siswa. Demikian siswa tidak hanya berfokus pada materi yang ia pelajari tetapi bagaimana siswa membangun kolaburasi bersama dengan siswa lainnya. Pembelajaran di kelas seharusnya memiliki dampak terhadap siswa dimana siswa bukan hanya memiliki sikap mandiri, kritis dan kreatif tetapi juga memiliki sikap kebinekaan dan gotong royong. 

Dari sinilah kita memahami bahwa diklat mandiri di Platform Merdeka Mengajar, Kegiatan Seminar/Webinar, Worshop, Komunitas Belajar dan kegiatan lainnya bukan hanya untuk mendapatkan sertifikat tetapi menjadi salah satu upaya guru untuk melaksanakan tugas profesional guru melaksanakan perencanaan pembelajaran, meaksanakan proses pembelajaran serta mengevaluasi dan menilai hasil pembelajaran.

Guru yang berdampak pada siswa seharusnya menjadi refleksi bagi setiap guru dddalam melaksanakan tugas dan fugsinya sebagai guru karena siswa adalah aset bangsa. Ketika guru berdampak pada siswa maka kita sedang berinvestasi bagi kemajuan bangsa di masa depan.

Sunday, June 11, 2023

INFO SMAN 1 LANGOWAN

Info SMAN 1 LANGOWAN berisi info tentang 
1. Guru
2. Siswa
3. Sarana dan Prasarana
4. Ekstrakurikuler
5. Pembelajaran dan Assesmen